Terjadi
krisis yang mengkhawatirkan dalam masyarakat saat ini yang melibatkan
orang-orang yang paling berharga yaitu anak-anak. Satu sisi kemajuan zaman ini
memberikan banyak kemajuan teknologi yang memungkinkan anak memperoleh
fasilitas yang serba canggih. Anak-anak sekarang sejak dini sudah mengenal HP,
kamera, internet, videogames,
dll. Namun di sisi lain kemajuan tersebut juga membawa dampak negatif seperti
tersedianya informasi negatif yang sulit untuk dihindari, misalnya kekerasan,
pornografi, konsumerisme melalui berbagai media informasi tersebut. Dampak
buruk perkembangan media massa dan teknologi sekarang ini ternyata bukan hanya
terjadi pada kalangan remaja, tetapi juga sudah menyentuh anak-anak usia
sekolah dasar.
Melihat fenomena seperti
ini sungguh miris sekali, bandingkan dengan anak-anak zaman dulu. Belum begitu
mengenal teknologi. Dalam hal bermain contohnya, anak-anak zaman dulu lebih
suka bermain dengan teman-teman sebayanya seperti main lompat karet, bekel,
galaksin (gobak sodor), benteng, tapak gunung, enggrang, dll. Nah anak zaman
sekarang itu lebih suka bermain yang berbau teknolgi seperti ps, gameonline,
bermain dengan ipad, dll.
Selain itu, dalam hal music
anak-anak zaman dulu suka mendengarkan lagu anak-anak yang lebih mendidik.
Salah satu pencipta lagu anak-anak yaitu (alm) A.T. Mahmud, salah satu lagunya
yaitu Ambilkan Bulan Bu yang pernah dipopulerkan oleh Tasya. Selain itu lagu
Menabung yang pernah dipopulerkan oleh Geofani dan Saskia bersama Titiek Puspa.
Sekarang lagu anak-anak sudah tak terdengar lagi. Jumlah penyanyi anak-anak pun
berkurang. Anak-anak TK – SD pun lebih suka mendengarkan lagu pop yang
bertemakan cinta. Padahal belum saatnya mereka mengenal itu. Hal ini dapat
berpengaruh terhadap psikologis anak itu sendiri karena dapat kehilangan masa
anak-anaknya. Mau sampai kapan kita membiarkan anak-anak terhipnotis dengan
lagu-lagu yang seharusnya mereka tak mendengarkan???
Selain permainan dan lagu,
ada satu hal lagi yaitu anak-anak lebih suka bermain di mall, makan serba
fastfood yang menyebakan anak terkena obesitas, kanker, dll. Selain itu lebih
suka menonton sinetron dibandingkan dengan acara anak-anak. Ini menjadi PR buat
kita sebagai generasi muda dalam hal menyinggapi fenomena ini dan harus
berkontribusi dalam penanganan hal ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar