Sabtu, 23 November 2013

Berkurangnya Lagu anak-anak zaman sekarang

 Terjadi krisis yang mengkhawatirkan dalam masyarakat saat ini yang melibatkan orang-orang yang paling berharga yaitu anak-anak. Satu sisi kemajuan zaman ini memberikan banyak kemajuan teknologi yang memungkinkan anak memperoleh fasilitas yang serba canggih. Anak-anak sekarang sejak dini sudah mengenal HP, kamera, internet, videogames, dll. Namun di sisi lain kemajuan tersebut juga membawa dampak negatif seperti tersedianya informasi negatif yang sulit untuk dihindari, misalnya kekerasan, pornografi, konsumerisme melalui berbagai media informasi tersebut. Dampak buruk perkembangan media massa dan teknologi sekarang ini ternyata bukan hanya terjadi pada kalangan remaja, tetapi juga sudah menyentuh anak-anak usia sekolah dasar.
Melihat fenomena seperti ini sungguh miris sekali, bandingkan dengan anak-anak zaman dulu. Belum begitu mengenal teknologi. Dalam hal bermain contohnya, anak-anak zaman dulu lebih suka bermain dengan teman-teman sebayanya seperti main lompat karet, bekel, galaksin (gobak sodor), benteng, tapak gunung, enggrang, dll. Nah anak zaman sekarang itu lebih suka bermain yang berbau teknolgi seperti ps, gameonline, bermain dengan ipad, dll.
Selain itu, dalam hal music anak-anak zaman dulu suka mendengarkan lagu anak-anak yang lebih mendidik. Salah satu pencipta lagu anak-anak yaitu (alm) A.T. Mahmud, salah satu lagunya yaitu Ambilkan Bulan Bu yang pernah dipopulerkan oleh Tasya. Selain itu lagu Menabung yang pernah dipopulerkan oleh Geofani dan Saskia bersama Titiek Puspa. Sekarang lagu anak-anak sudah tak terdengar lagi. Jumlah penyanyi anak-anak pun berkurang. Anak-anak TK – SD pun lebih suka mendengarkan lagu pop yang bertemakan cinta. Padahal belum saatnya mereka mengenal itu. Hal ini dapat berpengaruh terhadap psikologis anak itu sendiri karena dapat kehilangan masa anak-anaknya. Mau sampai kapan kita membiarkan anak-anak terhipnotis dengan lagu-lagu yang seharusnya mereka tak mendengarkan???
Selain permainan dan lagu, ada satu hal lagi yaitu anak-anak lebih suka bermain di mall, makan serba fastfood yang menyebakan anak terkena obesitas, kanker, dll. Selain itu lebih suka menonton sinetron dibandingkan dengan acara anak-anak. Ini menjadi PR buat kita sebagai generasi muda dalam hal menyinggapi fenomena ini dan harus berkontribusi dalam penanganan hal ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar